Total Tayangan Halaman

Jumat, 29 April 2011

Contoh Makalah untuk Tugas Bahasa Indonesia SMP

PRANATA SOSIAL DI DALAM MASYARAKAT
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kita panjatakan Ke Hadirat Allah SWT karena atas limpahan Rahmat serta Hidayah - Nya, penyusunan makalah ini dapat diselesaikan.
Adapun tujuan daripada pembuatan makalah ini selain untuk memenuhi mata pelajaran Bahasa Indonesia, juga untuk mengetahui seberapa pentingkah pranata sosial di kalangan masyarakat.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada beberapa pihak yang sudah mendukung dalam penyusunan makalah ini. Pihak - pihak tersebut adalah:
- Orang tua yang telah mendukung penulis baik secara materil maupun secara moril.
- Guru yang sudah memberikan bimbingan kepada penulis dalam menyusun makalah.
- Serta beberapa pihak yang tidak dapat disebutkan satu - persatu.
Akhirnya penulis menyadari bahwa "Tak Ada Gading yang Tak Retak". Sehingga saran dan kritik sangat dibutuhkan penulis dalam penyusunan makalah yang mendatang
Bandung, April 2011
Penulis

DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi
1. Pendahuluan
    1.1 Latar Belakang
    1.2 Rumusan Masalah
    1.3 Tujuan
    1.4 Metode
    1.5 Kegunaan
    1.6 Sistematika
2. Pembahasan
    2.1 Pengertian Pranata Sosial
    2.2 Ciri - Ciri Pranata Sosial
    2.3 Fungsi Pranata Sosial
    2.4 Tipe - Tipe Pranata Sosial
    2.5 Jenis - Jenis Pranata Sosial
3. Penutup
    3.1 Simpulan
    3.2 Saran
Daftar Pustaka

1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pranata Sosial tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini disebabkan pranata sosial berfungsi mengatur kehidupan bermasyarakat. Dapat dibayangkan bila pranata sosial tidak ada, maka kehidupan bermasyarakat akan kacau dan kita tidak dapat hidup dengan aman, tenteram, dan nyaman akibat kekacauan ini. Tetapi sepenting itukah pranata sosial? Nanti akan dibahas di bab selanjutnya.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan diambil dalam makalah ini adalah:
1. Apa ciri - ciri pranata sosial?
2. Apa fungsi dari pranata sosial?
3. Apa tipe - tipe pranta sosial?
4. Apa jenis - jenis dari pranata sosial?
1.3 Tujuan
Adapaun tujuan daripada penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui seberapa pentingkah pranata sosial dalam masyarakat.
1.4 Metode
Metode yang digunakan penulis dalam penyusunan makalah adalah studi literatur.
1.5 Kegunaan
Adapun kegunaan daripada penyusunan makalah ini adalah untuk memberikan informasi kepada pembaca tentang pranata sosial di dalam masyarakat.
1.6 Sistematika
Sistematika penulisan yang dilakukan oleh penulis diantaranya:
a. Menentukan topik
Pertama penulis menenetukan topik. Setelah berpikir, maka diputuskan topiknya tentang pranata sosial.
b. Mengumpulkan data
Setelah ditentukan topik, lalu penulis mengumpulkan data buku tentang pranata sosial.
c. Menyusun data
Setelah dikumpulkan datanya, baru data tersebut dipilah dan dipilih untuk kemudian disusun.
d. Melaporkan
Setelah disusun, baru dilaporkan dalam bentuk makalah.

2. PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pranata Sosial
Ada beberapa pendapat dari para ahli mengenai pranata sosial, daintaranya:
a. Menurut Soerjono Soekanto
Pranata sosial adalah himpunan berbagai norma yang berkisar pada kebutuhan pokok dalam masyarakat.
b. Menurut Koentjoroningrat
Pranata Sosial adalah suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas untuk memenuhi kebutuhan khusus dalam kehidupan bermasyarakat.
Jadi dapat disimpulkan bahwa pranata sosial adalah sistem norma yang mengatur perbuatan dan perilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat.
2.2 Ciri - Ciri Pranata Sosial
Adapun ciri - ciri pranata sosial adalah:
a. Merupakan suatu sistem pola - pola pemikiran dan pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas kemasyarakatan.
b. Pranata sosial memiliki tingkat kekekalan tertentu
c. Pranata sosial memiliki satu atau beberapa tujuan.
d. Pranata sosial memiliki alat - alat kelengkapan yang digunakan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan.
e. Pranata sosial memiliki lambang - lambang sebagi ciri khasnya
f. Pranata sosial memiliki tradisi tertulis maupun tidak tertulis.
2.3 Fungsi Pranata Sosial
adapun fungsi dari pranata sosial adalah:
a. Memberikan pedoman pada anggota masyarakat bagiamana bertingkah laku dalam kehidupan bermasyarakat.
b. Menjaga keutuhan masyarakat
c. Memberikan pegangan masyarakat unutk mengadakan sistem pengendalian sosial.
2.4 Tipe - Tipe Pranata Sosial
Menurut Gillin bersaudara, pranata sosial dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe diantaranya:
a. Dari sudut perkembangannya, dibedakan:
- Crescive institutions, pranata sosial yang tumbuh tidak sengaja dari adat istiadat masyarakat
- Enacted institutions, pranata sosial yang segaja dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu
b. Dari sudut sistem nilai yang diterima masyarakat, dibedakan:
- Basic institutions, pranata sosial yang menagtur hal - hal yang penting dalam masyarakat.
- Subsidiary institutions, pranata sosial yang mengatur hal - hal yang kurang penting.
c. Dari sudut fungsinya, dibedakan:
- Operative institutions, pranata sosial yang berfungsi menghimpun pola/tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan dari masyarakat.
- Regulative intitutions, pranata sosial yang bertujuan untuk mengawasi adat istiadat/tata kelakuan di masyarakat
d. Dari sudut penerimaan masyarakat, dibedakan:
- Approved intitutions, pranata sosial yang diterima masyarakat.
- Unsanctioned intitutions, pranata sosial yang ditolak masyarakat.
e. Dari sudut penyebarannya, dibedakan:
- General institutions, pranata sosial yang hampir diketahui masyarakat.
- Restricted intitutions, pranat sosial yang kurang dikenal/hanya dianut oleh masyarakat tertentu.
2.5 Jenis - Jenis Pranata Sosial
Jenis pranata sosial dalam kehidupan masyarakat yang utama ada 5 (lima), yaitu:
a. Pranata keluarga
b. Pranata agama
c. Pranata ekonomi
d. Pranata pendidikan
e. Pranata politik
Kelima pranata sosial ini mempunyai fungsi tertentu diantaranya:
a. Pranata keluarga
- Fungsi reproduksi/melanjutkan keturunan
- Fungsi sosialisasi
- Fungsi afeksi/kasih sayang
- Fungsi ekonomi
- Fungsi perlindungan/proteksi
- Fungsi pendidikan
b. Pranata agama
- Membantu mencari identitas moral
- Menjelaskan arah dan tujuan hidup manusia
- Meningkatkan kualitas kehidupan sosial
- Mengatur hubungan manusia dengan lingkungan alam
c. Pranata ekonomi
Mengatur produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa.
d. Pranata pendidikan
- Sebgai pranata pemindahan warisan kebudayaan.
- Mempersiapkan peranan sosial yang dikehendaki individu.
- Memberikan persiapan bagi peranan - peranan pekerjaan.
e. Pranata politik
- Melembagakan norma melalui undang - undang..
- Menyelenggarakan pelayanan umum.
- Melindungi warga negara.

3. PENUTUP
3.1 Simpulan
Bahwa pranata adalah aturan yang berlaku di masyarakat dan berfungsi untuk mengaturpergaulan antar masyarakat
3.2 Saran
Sebaiknya kita sebgai anggota masyarakat menaati pranata sosial yang berlaku di dalam masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA
Supardiyono.2009.Galileo: IPS Terpadu untuk SMP/MTs Kelas VIII Semester Genap.Klaten:CV.Grafika Dua Tujuh.

Jumat, 01 April 2011

Daftar Negara yang Kepala Negaranya Ratu Inggris

Elizabeth II atau Ratu Elizabeth merupakan seorang Ratu dari Inggris. Dia lebih dikenal sebagai Kepala Negara Britania Raya. Akan tetapi tahukah bahwa sebenarnya Ratu Elizabeth II bukan hanya Ratu Britania Raya saja? Eliazbeth II menjadi ratu di 19 negara di dunia (termasuk Britania Raya). Ke-19 negara tersebut masuk menjadi anggota Pesemakmuran. Meskipun menjadi kepala negara, Elizabeth II tidak menjadi kepala negara secara langsung. Kedudukannya sebagai kepala negara diwakilkan oleh Gubernur Jenderal (kecuali Britania Raya yang dimana Elizabeth II menjadi kepala negaranya secara langsung). Kebanyakan negara tersebut berada di Amerika, Australia, dan Oseania. Negara mana sajakah yang kepala negaranya adalah Ratu Inggris. Berikut daftarnya:
Eropa
1. Britania Raya
Amerika Utara
1. Kanada
Amerika Tengah
1. Antigua dan Barbuda
2. Bahama
3. Barbados
4. Belize
5. Grenada
6. Jamaika
7. Saint Kitts dan Nevis
8. Saint Lucia
9. Saint Vincent dan Grenadines
Australia dan Oseania
1. Australia
2. Papua Nugini
3. Selandia Baru
4. Kepulauan Solomon
5. Tuvalu

Dafar Pemimpin Negara di Dunia pada saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Siapa orang Indonesia yang tidak tahu tanggal 17 Agustus, 1945. Kalo ada yang tidak tahu berarti bukan orang Indonesia. Ya, tanggal 17 Agustus, 1945 merupakan hari dimana dikumandangkan proklamasi kemerdekaan Indonesia dan Indonesia bebas dari cengkraman penjajahan. Tiap tahun di Indonesia pasti selalu dirayakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Ngomong - ngomong tanggal 17 Agustus 1945, rupanya sudah banyak negara yang berdiri sebelum tanggal 17 Agustus, 1945. Nah tentunya kalo ada negara pasti ada pemimpinnya. Siapa saja pemimpin negara di dunia yang masih menjabat pada tanggal 17 Agustus, 1945. Ini dia daftarnya:
Afrika
1. Uni Afrika Selatan
Raja: George VI dari Britania Raya (1936 - 1952)
Gubernur Jenderal: Nicolaas Jacobus de Wet (1943 - 1946)
Perdana Menteri: Jan Smuts (1939 - 1948)
2. Ethiopia
Kaisar: Haile Selassie (1941 - 1974)
Perdana Menteri: Endelkachew Makonnen (1942 - 1957)
3. Liberia
Presiden: William Tubman (1944 - 1971)
4. Mesir
Raja: Farouk (1936 - 1952)
Perdana Menteri: Mahmoud An Nurkashi Pasha (26 Februari 1945 - 1946)
Asia
1. Afghanistan
Raja: Muhammad Zahir Shah (1933 - 1973)
Perdana Menteri: Hasim Khan Muhammad (1929 - 1946)
2. Arab Saudi
Raja: Abdul Aziz bin Adul Rahman As Saud(Ibnu Saud) (1932 - 1953)
3. Bhutan
Raja: Jigme Wangchuk (1926 - 1952)
Perdana Menteri: Raja Sonam Dorji Togbay (1917 - 1952)
2. Cina
Presiden: Chaing Kai Shek (1943 - 1947)
Perdana Menteri: T.V. Soong (31 Mei 1945 - 1947)
3. Republik Kedua Filipina (Di bawah Pendudukan Jepang)
Presiden: Jose P. Laurel (1943 - 17 Agustus 1945)
Kemudian tanggal 17 Agustus Republik Kedua Filipina berakhir seiring dengan menyerahnya Jepang kepada. Sekutu pada Perang Dunia II. Kemudian dikembalikan lagi menjadi Pesemakmuran Filipina yang menjadi bagian Amerika Serikat.
4. Iran
Shah: Muhammad Reza Pahlavi (1941 - 1979)
Perdana Menteri: Mohsen Sadr (6 Juni - 30 Oktober 1945)
5. Irak
Raja: Faisal II (1939 - 1958)
Perdana Menteri: Hamdi Al Pachachi (1944 - 1946)
6. Jepang
Kaisar: Hirohito (1926 - 1989)
Perdana Menteri: Kantaro Suzuki (7 April - 17 Agustus 1945)
                           Pangeran Higashikuni Naruhiko (17 Agustus 1945 - 9 Oktober 1945)
7. Libanon
Presiden: Bechara El Khoury (1943 - 1952)
Perdana Menteri: Abdul Hamid Karami (10 Januari - 20 Agustus 1945)
8. Mongolia
Sekertaris Jenderal Komite Sentral Partai Revolusioner Rakyat Mongolia: Yumjaagiin Tsedenbal (1940 - 1954)
Kepala Negara: Conchigiin Bumtsend (1940 - 1953)
Kepala Pemerintahan: Khorloogiin Choibalsan (1939 - 1952)
9. Muskat dan Oman (Sekarang Oman)
Sultan: Said bin Taimur (1932 - 1970)
10. Nepal
Raja: Tribhuvan (1911 - 1950)
Perdana Menteri: Juddha Shamsher Jang Bahadur Rana (1932 - 29 November 1945)
11. Suriah
Presiden: Syukri Al Quwatli (1943 - 1949)
Perdana Menteri: Faris Al Khoury (1944 - 1 Oktober 1945)
12. Thailand
Raja: Ananda Mahidol (1935 - 1946)
Perdana Menteri: Khuang Abhaiwongse (1944 - 31 Oktober 1945)
12. Turki
Presiden: Ismet Inonu (1938 - 1950)
Perdana Menteri: Saracoglu Sukru (1942 - 1946)
13. Kekaisaran Vietnam (Negara Boneka Jepang, tidak diakui) (11 Maret - 23 Agustus 1945)
Kaisar: Bao Dai (1926 - 25 Agustus 1945)
Perdana Menteri: Tran Trong Kim (17 April - 23 Agustus 1945)
14. Kerajaan Mutawakkilite Yaman
Imam: Yahya Muhammad Hamid Ad Din (1904 - 1948)
Australia dan Oseania
1. Australia
Raja: George VI dari Britania Raya (1936 - 1952)
Gubernur Jenderal: Pangeran Henry, Duke of Gloucester (30 Januari 1945 - 1947)
Perdana Menteri: Ben Chifley (13 Juli 1945 - 1949)
2. Selandia Baru
Raja: George VI dari Britania Raya (1936 - 1952)
Gubernur Jenderal: Cyril Newall, 1st Baron Newall (1941 - 1946)
Perdana Menteri: Peter Fraser (1940 - 1949)
Eropa
1. Albania
Sekertaris Pertama Partai Buruh Albania: Enver Hoxha (1944 - 1985)
Kepala Negara: Nishani Ormer (1944 - 1953)
Kepala Pemerintahan (1944 - 1954)
2. Andorra
Pangeran Bersama: Charles de Gaulle (1944 - 1946)
                              Ramon Iglesias i Navarri (1943 - 1969)
Snydic Pertama: Freixes Cairat Farncesc (1937 - 1960)
3. Austria (dibawah pendudukan Sekutu) (27 April 1945 - 1955)
Kanselir: Karl Renner (27 April - 20 Desember 1945)
Gubenur Militer:
Amerika: Mark W. Clark (1945 - 1947)
Inggris: Sir Richard McCreery (1945 - 1946)
Prancis: Antoine Bethouart (1945 - 1950)
Uni Soviet: Ivan Konev (1945 - 1946)
4. Belgia
Raja: Leopold III (1934 - 1951)
Bupati: Pangeran Charles (1944 - 1950)
Perdana Menteri: Achille van Acker (12 Februari 1945 - 1946)
5. Belanda
Ratu: Wilhelmina (1890 - 1948)
Perdana Menteri: Wim Schermerhorn (24 Juni 1945 - 1946)
6. Bulgaria
Tsar: Simeon II (1943 - 1946)
Bupati: Ganev Venelin + Todor Pavlov + Tsvetko Boboshevski (1944 - 1946)
Perdana Menteri: Kimon Georgiev (1944 - 1946)
7. Britania Raya
Raja: George VI dari Britania Raya (1936 - 1952)
Perdana Menteri: Clement Attlee (26 Juli 1945 - 1952)
8. Cekoslowakia
Presiden: Edvard Benes (4 April 1945 - 1948)
Perdana Menteri: Zdenek Fierlinger (5 April 1945 - 1946)
9. Denmark
Raja: Christian X (1912 - 1947)
Perdana Menteri: Vilhelm Buhl 95 Mei - 7 November 1945)
10. Eire (Irlandia)
Raja: George VI (1936 - 1949)
Presiden: Sean T. O'Kelly (25 Juni 1945 - 1959)
Taoiseach: Eamon de Valera(1937 - 1948)
11. Finlandia
Presiden: Carl Gustaf Emil Mannerheim (1944 - 1946)
Perdana Menteri: Juho Kusti Paasikivi (1944 - 1946)
12. Hungaria
Kepala Negara: Dewan Nasional Tinggi (26 Januari 1945 - 1946)
Perdana Menteri: Bela Miklos (1944 - 15 November 1945)
13. Islandia
Presiden: Sveinn Bjornsson (1944 - 1952)
Perdana Menteri: Thors Olafur (1944 - 1947)
14. Italia
Raja: Vittorio Emanuele III (1900 - 1946)
Perdana Menteri: Ferruccio Parri (21 Juni - 8 Desember 1945)
15. Jerman (di bawah Pendudukan Sekutu)
Setelah Jerman menyerah pada sekutu di Perang Dunia IIpada tanggal 8 Mei 1945, untuk sementara waktu Jerman berada dibawah pendudukan negara - negara sekutu dengan dibagi 4 zona:
a. Zona Amerika
Gubernur Militer: Joseph McNarney T (1945 - 1947)
b. Zona Inggris
Gubernur Militer: Bernard Montgomery (1945 - 1946)
c. Zona Perancis
Gubernur Militer: Marie Pierre Koenig (1945 - 1949)
d. Zona Uni Soviet
Gubernur Militer: Georgy Zhukov (1945 - 1946)
16. Liechtenstein
Pangeran: Franz Joseph II (1938 - 1989)
Perdana Menteri: Josef Hoop (1928 - 3 September 1945)
17. Luxemburg
Adipati: Charlotte (1919 - 1964)
Perdana Menteri: Pierre Dupong (1937 - 1953)
18. Monako
Pangeran: Louis II (1922 - 1949)
Kepala Pemerintahan: Pierre de Witasse (1944 - 1948)
19. Norwegia
Raja: Haakon VII (1905 - 1957)
Perdana Menteri: Einar Gerhardsen (25 Juni 1945 - 1951)
20. Perancis
Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan: Charles de Gaulle (1944 - 1946)
21. Polandia
Sekertaris Pertama Partai Serikat Pekerja Polandia: Gomulka Wladyslaw (1943 - 1948)
Kepala Negara: Boleslaw Bierut (1944 - 1952)
Kepala Pemerintahan: Edward Osobka Morawski (1944 - 1947)
22. Portugal
Presiden: Oscar Carmona (1926 - 1951)
Perdana Menteri: Antonio de Oliviera Salazar (1932 - 1968)
23. Rumania
Raja: Michael (1940 - 1947)
Perdana Menteri: Petru Groza (6 Maret 1945 - 1952)
24. San Marino
Wali Kapten: Alvaro Casali dan Vittorio Valentini (April - September 1945)
25. Spanyol
Kepala Negara: Francisco Franco (1936 - 1975)
Kepala Pemerintahan: Francisco Franco (1939 - 1973)
26. Swedia
Raja: Gustav V (1907 - 1950)
Perdana Menteri: Per Albin Hansson (1936 - 1946)
27. Swiss
Dewan Federal Swiss:
Philipp Etter (1934 - 1959)
Stampfli Walther (1940 - 1947)
Enrico Celio (1940 - 1950)
Eduard von Steiger (1940 - 1951)
Kobelt Karl (Presiden) (1940 - 1954)
Nob Ernst (1934 - 1951)
Max Petitpierre (1944 - 1961)
28. Vatikan
Paus: Paus Pius XII (1939 - 1958)
Presiden Governorat: Canali Nicola (1939 - 1961)
29. Yugoslavia
Raja: Peter II (1934 - 29 November 1945)
Perdana Menteri: Josip Broz Tito (1943 - 1963)
30. Yunani
Raja: George II (1935 - 1947)
Bupati: Uskup Agung Damaskinos (1944 - 1946)
Perdana Menteri: Petros Voulgaris (9 April - 17 Oktober 1945)
Amerika Utara dan Tengah
1. Amerika Serikat
Presiden: Harry S Truman (12 April 1945 - 1953)
2. Republik Dominika
Presiden: Rafael Trujillo (1942 - 1952)
3. El Salvador
Presiden: Salvador Castaneda Castro (1 Maret 1945 - 1948)
4. Guatemala
Presiden: Juan Jose Arevalo (15 Maret 1945 - 1951)
5. Haiti
Presiden: Elie Lescot (1941 - 1946)
6. Honduras
Presiden: Tiburcio Carias Andino (1933 - 1949)
7. Kanada
Raja: George VI dari Britania Raya (1936 - 1952)
Gubernur Jenderal: Alexander Cambridge, Earl Athlone (1940 - 1946)
Perdana Menteri: William Lyon Mackenzie King (1935 - 1948)
8. Kosta Rika
Presiden: Teodoro Picado Michalski (1944 - 1948)
9. Kuba
Presiden: Ramon Grau (1944 - 1948)
Perdana Menteri: Lancis Felix Sanchez (1944 - 13 Oktober 1945)
10. Meksiko
Presiden: Manuel Avila Camacho (1940 - 1946)
11. Nikaragua
Presiden: Anastasio Somoza Garcia (1937 - 1947)
12. Panama
Presiden: Enrique Adolfo Jimenez (15 Juni 1945 - 1948)
Amerika Selatan
1. Argentina
Presiden: Edelmiro Julian Farrell   (1944 - 1946)
2. Bolivia
Presiden: Villarroel Gualberto (1944 - 1946)
3. Brazil
Presiden: Getulio Vargas (1930 - 29 Oktober 1945)
4. Chili
Presiden: Juan Antonio Rios (1942 - 1946)
5. Ekuador
Presiden: Jose Maria Velasco Ibarra (1944 - 1947)
6. Kolombia
Presiden: Alberto Lleras Camargo(7 Agustus 1945 - 1946)
7. Paraguay
Presiden: Morigino Higinio (1940 - 1948)
8. Peru
Presiden: Jose Bustamante y Rivero (28 Juli 1945 - 1948)
Perdana Menteri: Rafael Belaunde Diez Canseco (28 Juli 1945 - 1946)
9. Uruguay
Presiden: Juan Jose de Amezaga (1943 - 1947)
10. Venezuela
Presiden: Isaias Medina Angarita (1941 - 18 Oktober 1945)
Catatan: Indonesia tidak dimasukkan kedalam ini, soalnya pada tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno belum jadi pesiden. Baru pada tanggal 18 Agustus 1945, Soekarno jadi Presiden Republik Indonesia.














Sabtu, 26 Maret 2011

Muhammad Amin Didi, Bapak Bangsa Maladewa

Ada yang tahu tidak Negara Maladewa? Kalau sudah tahu Alhamdulillah. Tapi bila belum, buka atlas (kalo gak punya beli ato minjem). Lalu buka peta Asia Selatan. Cari Negara Maladewa. Bila ingin tau banyak tentang Maladewa, cari sendiri.
Seperti kebanyakan negara lain, negara yang terkecil di Asia inipun juga mempunyai seorang bapak bangsa atau seorang yang dihormati dan dikagumi karena jasa - jasanya terhadap negara. Dan orang ini adalah Presiden pertama Maladewa, Muhammad Amin Didi
Muhammad Amin Didi
Al Amir Muhammad Amin Dhoshimeynaa Kilegefaanu (Juli 1910 - 19 Januari 1954) atau dikenal sebagai Muhammad Amin Didi adalah Presiden Maladewa pertama antara 1 Januari - 21 Agustus 1953 (Sebelumnya Maladewa berbentuk Kesultanan). Selain itu dia juaga merupakan Kepala Sekolah Majeediya, sebuah sekolah di Maladewa, antara 1946 - 1953. Selain itu dia juga pemimpin partai politik pertama di Maladewa, Partai Muthagaddim Rayyithunge (Partai Progresif Rakyat). Dia dikenal atas usahanya dalam memajukan pendidikan dan perempuan di Maladewa.
Amin dilahirkan di Athireege, Maladewa pada tahun 1910 dari pasangan Athireegey Kilegefaan Dhoshimeynaa Ahmad dan Roanugey Aisath Didi. Dia masih mempunyai hubungan darah dengan keluarga Kesultanan Maladewa dari ayahnya. Tahun 1920 Amin pergi ke Celyon (sekarang Sri Lanka) dan bersekolah di St Joseph Collage. Lalu tahun 1928 dia meneruskan sekolahnya ke India. Tahun 1929 dia kembali ke Maladewa.
Setelah kembali, Amin pun memegang beberapa jabatan seperti petugas kepala adat, Kepala Kantor Pos Maladewa, Menteri Perdagangan, dan anggota parlemen.
Setelah kematian Sultan Fareed Didi dan putranya Pangeran Hasan Fareed Didi, anggota parlemen kemudian memilih Amin menjadi Sultan Maladewa. Tapi dia berdiri dan berteriak "Demi rakyat Maladewa, saya tidak akan menerima mahkota dan tahta". Lalu referendum diselenggarakan apakah Maladewa akan menjadi republik atau kerajaan. Dan akhirnya rakyat menghendaki republik. Dan Amin pun menjadi preisdennya.
Akan tetapi Republik ini berumur pendek. Beberapa bulan setelah proklamasi republik, terjadi sebuah revolusi di Male, ibukota Maladewa. Saat itu Presiden Amin sedang menjalani pengobatan di Ceylon.
Para revolusioner lalu mengangkat Wakil Presiden Ibrahim Muhammad Didi menjadi Pjs Presiden. Lalu Amin kembali ke Maladewa dan tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Demi keamanan dirinya, Amin untuk sementara tinggal di Dhoonidhoo.
Empat bulan di Dhoonidhoo, lalu terdapat sebuah rencana antar Amin dan Ibrahim Hilmy Didi untuk mengakhiri pemerintahan revolusioner ini dan mengembalikan monarki dengan Ibrahim sebagai raja dan Amin sebagai Perdana Menteri. Lalu pada suatu malam Amin kembali ke Male untuk mengambil alih badeyrige. Tapi orang - oarng begitu arah sehingga di hampir dipukuli sampai mati. Lalu di dilempar kesebuah perahu kecil.
Kemudian sekelompok orang yang mendukung Amin sebagi pemimpin dibawa ke pengadilan, termasuk Amin sendiri. Kemudian Amin dijatuhi hukuman pembuangan seumur hidup dan dia dibuang ke K. Gaafaru.
Karena kesehatannya semakin menurun, Amin dibawa ke Pulau Vihamanaa Fushi. Dan akhirnya tanggal 19 Januari, 1954 seorang pemimpin yang berusaha melakukan modernisasi di Maladewa itu meninggal dunia. Jenazahnya dimakamakan dalam sebuah pemakaman kecil di Vihamanaa Fushi. Setelah meninggal, Maladewa diubah kembali menjadi monarki. Tapi pada tahun 1968 Maladewa dikebalikan lagi menjadi republik sampai sekarang
Amin mempunyai seorang istri bernama Fatimah Saeedh dan sorang putri bernama Aminah Amin. Salah satu cucunya, Amin Faisal kini menjadi Menteri Pertahanan dan Kemanan Maladewa.
Muhammad Amin Didi kini tetap dihormati oleh rakyat Maladewa karena dia berusaha menegakkan demokrasi di negara kepulauan tersebut
  

Bendera Libya sebelum tahun 1977

Berikut adalah bendera - bendera Libya sebelum diganti pada tahun 1977
Bendera Kerjaan Libya (1951 - 1969)
 
Bendera Republik Arab Libya (1969 - 1972) 

Bendera Republik Arab Libya saat tergabung dalam Federasi Republik - Republik Arab (1972 - 1977)


Buku Hijau

Buku Hijau (Bahasa Arab: Al - Kitab Al - Ahdar) adalah sebuah buku mengenai filsafat politik dari Pemimpin Libya, Muammar Al Qaddafi. Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1975 dan menjadi bacaan wajib rakyat Libya. Bahkan, buku ini malah dijadikan Konstitusi Libya menggantikan Konstitusi sebelumnya. Buku ini seperti buku  Kutipan Perrnyataan Mao Zedong (atau disebut juga Buku Merah Kecil) yang diterbitkan di Cina antara tahun 1964 - 1976. Buku ini menyebabkan skandal di tahun 1987 tatkala Klub Hoki es Jerman Barat, ECD Iserlohn mentandantangani kesepakatan periklanan buku ini. Kini Buku Hijau sudah diterbitkan dala beberapa bahasa.
Isi
Buku ini terdiri dari 110 halaman dengan kurang lebih 200 kata per halamannya. Buku ini terdiri dari tiga bagian yaitu:
1. Solusi Permasalahan Demokrasi: Kekuasaan Rakyat (diterbitkan akhir 1975)
2. Solusi Perasalahan Ekonomi: Sosialisme (diterbitkan awal 1977)
3. Basis Sosial dai Teori Internasional Ketiga (diterbitkan pada September, 1981)
Buku ini menjadi kontroversial karena isinya menentang Demokrasi Liberal, Kebebasan Pers, dan Kapitalisme.
Pengaruh 
Menurut penulis dan mantan anggota parlemen dari Inggris, George Tremlett, anak - anak di Libya menghabiskan dua jam dalam seminggu untuk mempelajari buku ini sebagai bagian dari kurikulum. Lalu buku ini ditayangkan setiap hari dai TV dan radio. lalu slogan - slogan yang terdapat di buku ini ditulis di bilboard atau di bangunan - bangunan di Libya. Di tahun 1993 diadakan seminar dan kuliah tentang buku ini di berbagai negara seperti Prancis, Eropa Timur, Kolobia, dan Venezuela.


Idris dari Libya, Raja yang Digulingkan Qaddafi

Sekarang bila kita lihat berita - berita di luar negeri, pasti ada dua berita yang sedang hangat - hangatnya dibicarakan. Dua berita itu adalah gempa dan tsunami di Jepang dan yang kedua krisis di Libya.
Krisis di Libya disebabkan oleh angin revolusi yang berasal dari Mesir dan Tunisia. Kedua negara tersebut telah berhasil menumbangkan pemimpin mereka yang diktator. Dan angin revolusi pun terbawa ke negara yang dipimpin oleh Muammar Al - Qaddafi yang diktator dan nyentrik itu.
Seperti diktator pada umumnya yang mengambil kekuasaan dengan cara konstitusional, Qaddafi -yang sudah berkuasa selama 42 tahun sejak 1969 - pun mengambil kekuasaan dengan menggulingkan pemimpin sebelumnya. Pemimpin Libya tersebuat tiada lain adalah Raja Idris.
Idris yang bernama asli Sayyid Muhamad Idris bin Muhammad Al - Mahdi As - Sannusi (12 Maret 1889 - 25 Mei 1983) adalah Raja Libya yang pertama sekaligus satu - satunya yang memerintah dari tahun 1951 - 1969. Selain itu dia juga Kepala Order Sannusi, sebuah Sekte keagamaan di Libya
Awal Kehidupan
Idris dilahirkan di Al - Jaghbub, Libya dari pasangan Sayyid Muhammad Al - Mahdi dan istri kelimanya, Aisyah Binti Ahmad As - Syrte. Idris adalah cucu dari Sayyid Muhammad bin Ali As - Sannusi, pendiri Order Sannusi. Idris menjadi kepala Sannusi pada tahun 1916 yang menggantikan sepupunya, Sayyid Sharif Ahmad As - Sannusi. Idris menjadi Emir di wilayah Cyirenaica pada tahun 1920 dan diakui oleh Inggris dan Italia . Tahun 1922 dia juga menjadi Emir di wilayah Tripolitania.
Dia awal pemerintahannya Idris berusaha bernegosiasi soal kemerdekaan Cyirenaica. Ketika Italia memulai penjajahan atas Libya tahun 1922, Idris memimpin pasukan Sannusi bergerilya melawan Italia.
Saat terjadi Perang Dunia 2, Idris mendukung Inggris dan memimpin para pemberontak untuk berjuang bersama Sekutu melawan Jerman dan Italia di Libya. Menyusul kekalahan Jerman dan Italia pada tahun 1943 di Afrika Utara, Idris lalu pergi ke Benghazi dan menjadi Emir Cyirenaica kembali.
Raja Libya
Pasca Perang Dunia 2, untuk sementara waktu Libya dibawah pendudukan sekutu Lalu dengan dukungan Inggris, Idris memproklamirkan Emirat Cyirenaica pada tahun 1949. Selain itu dia juga menjadi Eir Tripolitania. Idris lalu berusaha menyatukan Cyirenaica, Tripolitania, dan Fezzan menjadi satu negara Libya. Lalu Konstitusi pun dibuat pada tahun 1949 dan diadopsi pada bulan Oktober 1951. Kongres Nasional pun terbentuk dan memilih Idris sebagai Raja Libay. Tanggal 24 Desember, 1951 Raja Idris memproklamirkan kemerdekaan Kerajaan Libya.
 Bendera Kerajaan Libya, Bendera ini juga digunakan untuk peberontak anti Qaddafi.
Pada masanya sebagai raja dia menjalin hubungan dengan Amerika Serikat dan Inggris. Dia juga menjaga hubungan baik dengan negara tetangganya, Mesir. Dimasanya juga ekonomi Libya terbilang makmur. Tanggal 26 Oktober 1956 Idris mengangkat keponakannya, Hasan As - Sannusi sebagai putra mahkota
Kudeta 1969, Akhir dari kekuasaannya
 Foto Raja Idris yang dijadikan cover majalah Al Iza'a, 1965

Kesehatan Raja Idris mulai berkurang seiring usianya yang bertambah. Lalu tanggal 4 Agustus 1969 untuk sementara waktu Idris melepaskan tahtanya dan diserahkan kepada Putra Mahkota Hasan As - Sannusi. 
Tanggal 1 September, 1969 tatkala Idris berada di Turki untuk menjalani pengobatan, sekelopok perwira tentara dipimpin Muammar Al - Qaddafi melakukan kudeta tak berdarah. Monarki kemudian dihapus dan diproklamirkan republik. Idris terkejut akan kudeta ini. Bersama permaisurinya Ratu Fatima, Idris pergi Kamena Vourla, Yunani dan pergi Mesir dengan menggunakan kapal tanpa pernah kembali ke Libya. Idris meninggal di Istana Sulatan di Dokki, Kairo pada tanggal 25 ei 1983 dalam usia 94 tahun dan dimakamkan di Pemakaman Baqi, Madinah
Idris dan Krisis Libya 2011
 Seorang demonstran yang mebawa potret Raja Idris
Meskipun Idris meninggal buakn di Libya dan banyak rakyat Libya yang lahir setelah kudeta 1969, tapi saat terjadi krisis Libya, banyak demonstran anti Qaddafi mengusung bendera Kerajaan Libya dan potret Raja Idris.